Teruntuk Keponakan Pertamaku…

10 May

20140511-033647.jpg
sumber foto

Teruntuk keponakan pertamaku..

Tante baru saja terbangun tengah malam dan tetiba di tengah doa ba’da qiyamul lail, tante teringat kalau hari ini atau pagi nanti keponakan pertama tante akan segera melepas status lajangnya.

Time flies..

Langsung berterbangan di depan mata tante beragam slide show tentang dirimu.

Dan masuh segar juga dalam ingatan, betapa di pertengahan Juni 1986, semua keluarga bersukacita menyambut kehadiran seorang bayi lakilaki yang merupakan cucu sekaligus keponakan pertama di dalam keluarga.

Tante-pun yang saat itu baru genap berumur 6 tahun tak lepas merasakan euforianya.

Ya, mungkin karena tante terlahir sebagai anak bungsu jadi semacam ngerasain kebahagiaan seolah-olah memiliki seorang “adik”.

Saat itu, bisa dibilang tiada hari yang kami lewati tanpa bertandang ke rumahmu, hanya demi melihat tingkah dan polah lucu kamu semasa bayi.

Teringat juga masa-masa di mana tante dipercaya oleh Ayah&Mamah untuk menjadi wakil mereka dalam urusan persekolahanmu.

Bisa dibilang, tante ini “guru” belajarmu semasa kamu SD-SMP.

Di setiap kesempatan tante nginep di rumahmu, tiap menjelang isya (saat jam belajar), kamu kerap merengek untuk diajarin/ditemani bikin pe er yang pada akhirnya kebiasaan ini jadi menular dan berlaku juga pada keponakan lainnya.

(Eniho, ternyata pengalaman ngajar keponakan jadi bekal saat tante ngajar privat waktu kuliah dulu loh).

Saat kamu masuk SD, tante kecilmu yang baru juga terdaftar sebagai murid kelas 1 SMP diminta untuk mendaftarulang registrasi sekolah kamu hanya karena SD yang kamu tuju adalah almamater tante.

Sebenarnya, niat mamahmu saat itu supaya kamu bisa masuk juga di SDN 05 tempat tante bersekolah, tapi ternyata berujung kamu malah keterimanya di SDN 07 yang masih satu sisterschool dengan SDN 05.

Dunuwey deh tuh karena apa hehehehe.

Dan saat kamu masuk SMA, tante diutus juga untuk mendaftar ulang registrasi sekolah kamu.
Lagilagi dengan alasan klasik yang sama karena SMA yang kamu tuju adalah almamater tante.

Bisa dibilang, sejak kamu kecil hingga kamu menuju bangku SMA, tante merasa hubungan kita sangat dekat layaknya kakak beradik.

Tapi, seiring kamu beranjak dewasa, tante mulai merasa ada gap di antara kita. Utamanya sejak dimulainya “pemberontakan-pemberontakan” masa remajamu yang tante rasa agak kurang sealiran dengan masa-masa tante seusiamu.

Sejak itu pulalah, tante jadi suka merasa “asing” dengan keponakan pertama tante ini.

Namun, di luar itu, tante tetap memantau riwayat perjalananmu menuju dewasa, walau hanya melalui pihak ketiga, yaitu mamahmu yang tak lain adalah kakak pertama tante yang sudah tante anggap layaknya ibu tante sendiri.

Sejak case tante menyelipkan surat “atas perintah mamah” di bawah pintu kamarmu, tante seakan ciut dan tidak punya keberanian lagi untuk menginterupsi pemikiranmu.

Ya, tante memilih untuk menerima sekaligus menghargai semua pola pikir serta keputusanmu sebagai bagian dari pilihanmu mempelajari likaliku jalan kehidupan.

Last but not least, di tengah gaungan adzan subuh hari ini, tante cuma mau mengutip syair dari lagunya Maher Zein di bawah ini sebagai sebuah doa dari seorang tante untuk seorang keponakan pertama di hari pernikahannya.


Were here on this special day
Our hearts are full of pleasure
A day that brings the two of you
Close together

Were gathered here to celebrate
A moment youll always treasure
We ask Allah to make your love
Last forever

Lets raise our hands and make Dua
Like the Prophet taught us
And with one voice

Lets all say, say, say

Baraka Allahu Lakuma wa Baraka alikuma Wa jamaah baina kuma fii khair.

From now youll share all your chores
Through heart-ship to support each other

Together worshipping Allah
Seeking His pleasure

We pray that He will fill your life
With happiness and blessings
And grants your kids who make your home

Filled with laughter

Ya, semoga Allah memberkahi pernikahan kalian berdua dengan kelimpahan rezeki yang halal serta keturunan yang soleh/soleha yang kelak akan memayungi kalian berdua dalam kebahagiaan dunia wal akhirat.

Amiin Allahuma Amiin.

Respect your wife as a kid respects his mom
Love your wife as a real man loves his woman

Cipete, 11 Mei 2014

😘Bighug😘

20140511-050259.jpg
sumber foto

6 Responses to “Teruntuk Keponakan Pertamaku…”

  1. akhmad muhaimin azzet 17/09/2014 at 01:17 #

    Saya juga ikut mengucapkan selamat.
    Saya juga ikut berdoa, semoga pernikahannya senantiasa bahagia.

    • zoothera 11/10/2014 at 18:21 #

      Assalamu’alaikum Mas Muhaimin.. Baru mulai buka-buka blog lagi nih, aamiin doanya untuk ponakan saya. makasih yaaa masih sempetin main k blognya zoothera 😘

  2. Lidya 12/05/2014 at 15:04 #

    Barakallah, semog alanggeng ya. Berarti keponaannya seumuran sama adikku yang bungsu tuh

    • zoothera 17/05/2014 at 02:12 #

      Amiinn Amiinnn.. makasih mba Lidya,
      Adiknya udah merit jgakah?

  3. MS 12/05/2014 at 12:02 #

    Anis, manis banget surat dan doa buat ponakan tercinta..,

    • zoothera 12/05/2014 at 14:15 #

      Trimakasih bunda, aku jg kmren jd ga bs tidur gara2 inget2 ponakanku ini. Makanya lgsg aja bikin tulisan ini 😭

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: