Pengalaman Pertama Belajar Masak…

8 Nov

Barusan saya mengintip blog sahabat saya Lyli atau Thia, trus mampir di tulisan ini yang ternyata diikutsertakan dalam salah satu giveaway mengenai pengalaman pertama mengesankan.

Berhubung lagi rajin ngeblog dan blog walking, akhirnya segeralah saya meluncur ke TKP untuk melihat giveaway macam apa itu.

Pikir-pikir, saya keknya punya deh  sekelumit cerita mengenai pengalaman pertama yang mengesankan dan keknya boljug diikut-sertain.. tungitung ngerasain lagi ngikutin event model begini.

Baiklah, saya coba untuk menguraikan kepingan pengalaman pertama yang menurut saya ga hanya mengesankan, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah hidup seorang anies menemukan passion-nya dalam hal masak-memasak.

Dan inilah pengalaman pertama saya belajar masak.

Memasak,

Tidak pernah ingat kapan persisnya saya benar-benar lihai dalam urusan pekerjaan dapur yang satu ini. Yang pasti kalau saya menguraikannya kembali, sudah  barang pasti akan ada sedikit memori getir yang  bisa bikin saya mewek😦

Tapi, demi tersusunnya cerita ini, saya berusaha untuk mengingatnya sebagai kenangan yang manis…*kapan mulei ceritanya inih ya, banyak amat dah prolognya*:mrgreen: (ampuuunnn, iya deh silahkan lanjut).

“Perempuan harus bisa masak”

Pakem ini masih sangat dianut oleh Alm. Ibu saya. Makanya waktu saya masih kecil, saya ga heran kalau 3 orang kakak perempuan saya yang sudah lebih besar sering banget dipaksa untuk ikutan terjun ke dapur, entah cuma sekadar menyiangi sayur, mengiris bawang, atau menggoreng ikan.

Perlahan-lahan, jika dirasa anak-anaknya sudah mampu mengolah masakan sendiri, ibu akan membiarkan mereka berkutat di dapur secara mandiri, paling hanya sesekali mengecek apa rasanya sudah pas.

Sementara saya? mana pernah mau… sebagai anak bungsu dari 9 orang bersaudara saya ini bisa dibilang paling enak karena jarang banget disuruh bantu-bantu, kerjaan saya yang paling utama saat itu adalah eM-amA-I-eN alias MAEN… *senangnyahh*

Setelah 2 orang kakak perempuan diambil pergi oleh suami masing-masing, tersisalah saya dan kakak perempuan saya nomor 7  yang kemudian diandalkan ibu untuk dimintai tolong di dapur.

Jadilah sejak SMA kelas 2 saya mulai ikut bantu-bantu ibu di dapur, utamanya sih kalo di saat-saat tersibuk seperti bulan ramadhan atau saat mendekati lebaran. Tapi jangan ngebayangin saya ikut membantu dalam urusan goreng-menggoreng atau meracik bumbu, tentu itu hal yang mustahil diperkenankan oleh ibu. Kapok, begitu kata ibu setiap kali saya nanya alasannya mengapa saya cuma disuruh bantu-bantu hal-hal sepele seperti motongin sayuran atau bulet-buletin kentang untuk perkedel.

Emang sih, waktu kakak perempuan saya nomor 7 mulai kuliah otomatis yang sering available di rumah itu saya dan waktu itu pernah seusai memasak lauk-pauk, ibu meminta saya untuk membantunya meneruskan untuk memasak sayur (lupa sayur apa).

Setelah semua bumbu diolah sama ibu, saya pun diberi instruksi ina-inu-ini-itu, singkatnya step by step-nya-lah.

Waktu melihat saya ngangguk-ngangguk meyakinkan yang menunjukkan seakan-akan mafhum akan instruksi ibu, akhirnya dengan senyuman ibu pergi meninggalkan saya dan memilih berleyeh-leyeh di dalam kamar.

Tapi, eng ing eng.. ternyata istirahat ibu tidak lah senyaman yang dikira karena setiap berapa menit saya bolak-balik dari dapur ke kamar demi bertanya ina-inu-ini-itu yang memang masih membuat saya ragu atau takut salah-salah. Walhasil, jengah juga kali yaaa si ibu, dia pun akhirnya nyerah dan memutuskan untuk membebas-tugaskan saya👿

Sejak itu deh ibu kapok membiarkan saya masak-memasak seorang diri tanpa pendampingan..😳

Pertimbangan lainnya adalah kayanya ibu rada ngeri juga sama anaknya yang emang dikenal agak grasak-grusuk inih.. kalo ada apa-apa pijimaneh? sapah yang tanggung sapah yang jawab cobak?😆

Namun, pada akhirnya, sejatinya saya pun tetap harus terjun memasak seorang diri. Khususnya setelah ibu pergi untuk selama-lamanya, yaitu saat saya kuliah di tahun ke-2..😥

Sejak itu, saya perlahan-lahan mulai mencuri ilmu memasak ala ibu ibu dari kakak perempuan nomor 7 yang memang sudah banyak ditularkan ibu ke kakak. Hal ini menjadi penting, karena kalau bukan saya atau kakak, siapa coba yang memasak makanan untuk bapak, sementara kami ga punya asisten rumah tangga.

Dan secara perlahan-lahan pula saya mulai berani dan memiliki kepercayaan diri  dalam meracik bahan-bahan mentah menjadi sebuah masakan yang layak untuk dimakan oleh manusia (walau barangkali di awalnya masih sering keasinan atau kurang bumbu).

Ternyata, pepatah bisa karena biasa  berlaku juga buat saya… *senyumpenuhjumawa*

Karena sering bergantian tugas memasak dengan kakak nomor 7 ditambah kegemaran saya menonton acara masak-memasaknya Bu Sisca atau Rudi Khairudin, saya pun akhirnya berani meng-klaim diri Bisa Masak, Suka Masak, Hobi Masak, atau Jago Masak (yang ini boong ehehhe biasa-biasa aja soalnya).

Beberapa resep andalan ibu saya yang alhamdulillah-nya masih bisa diwariskan ke saya dan kakak-kakak perempuan adalah masakan-masakan betawi seperti nasi uduk, sayur goreng asem, pindang tangkar, semur daging, opor ayam, dan sayur sambal godog (3 terakhir umumnya menjadi menu andalan saat lebaran tiba).

Setelah berumah tangga, kemampuan saya dalam memasak semakin terasah, walaupun sesekali saya masih sering nelp/sms kakak untuk memastikan takaran dari resep ibu.

Apalagi yaaa sejak internet seakan berada di genggaman, ga ada tuh yang namanya jenis masakan yang mustahil untuk disajikan, semua menjadi gampil *gayaaa*.

Yaeyalah gimana engga, lawong kita bisa kok masak di dapur sambil buka-buka resep melalui BB/ipad atau paling ngga udah ngeprint/nyatet resep-resepnya yang kita ambil dari internet :-p

Oiya, untuk urusan memasak ini, saya pernah punya pengalaman keren, kira-kira kejadiannya di tahun 2005-an.

Ceritanya, dulu nih untuk menambah khasanah keilmuan dalam masak-memasak, bapak saya kan sengaja ngelangganin tabloid Nova.. Di dalam tabloid itu ada salah satu kolom (kalo ga salah resep pembaca) yang sempet bikin saya tertantang untuk ikutan.

Jadi ya, kolom ini berisi kiriman resep-resep favorit pembaca, di mana kalau resep kita lolos sensor/layak untuk dimuat maka resep kita akan muncul di dalamnya berikut nama dan foto kita.. ditambah lagi kita akan mendapat imbalan berupa uang… 🙄

Setelah saya putar-putar otak, saya pun mencoba mengirimkan resep warisan ibu yang merupakan menu kesukaan keluarga, yaitu daging kambing asam garam.

Nah, terkait dengan resep daging kambing asam garam, kemarinan kan ada stok sisa daging kambing kurban di dalam kulkas, saya pun jadi teringat untuk memasak menu yang satu ini.

Berhubung saya pernah menuangkan resep itu di blog multiply saya maka daripada repot-repot mengingat apa aja bahan-bahannya maka jadilah saya gugling dengan keyword “daging kambing asam garam” dan taraaaaa hasil searchingannya kek gini:

Ternyata yaa, multiply dan blog dapurpocin saya bukan berada di posisi pertama mesin pencarian, melainkan punyanya Tabloid Nova.. saya jadi mikir, jangan-jangan ini resep saya…. penasaran saya pun langsung ngklik dan begitu ngeliat, saya pun langsung nyengir-nyengir sendiri,..

Iya, itu bener resep daging kambing asam garam yang pernah saya kirim jaman baheula itu.

Kok yakin banget nies? yaeyalah saya yakin karena di bawah itu resep ada poto saya yang lagi nyengir, kalo ga percaya liat aja sendiri:mrgreen:

mejeng di tabloid nova

Jadi nostalgia deh ah…karena iseng-isengan ini nih, saya bisa dapet kiriman uang Rp100.000 (masih pake wesel bowww) yang langsung saya cairin di kantor pos deket rumah (pengalaman pertama narik wesel nih) trus uangnya saya belanjain macem-macem di mini market deeket kantor pos… *du du du du seenangnyah tak terkirakan deh*

Akhir kata (beuhh macam pidato sahajah), saya mau bilang terima kasih kepada Alm Ibu..

Yaa terima kasih banget untuk ilmu memasaknya..

Memang benar bu perempuan itu harus bisa masak… karena banyak sekali keuntungannya seandainya perempuan ak. seorang isteri bisa memasak dan mampu menyajikan masakan istimewa yang dibuatnya dengan rasa cinta untuk suami atau anak-anaknya…

Dijamin ada kebanggaan atau kebahagiaan tersendiri ketika melihat mereka menyantap masakan itu dengan lahap.

Catatan:

Tulisan ini diikutsertakan di event  giveawaynya jeung Una, bertajuk My First Giveaway: Pengalaman Pertama

16 Responses to “Pengalaman Pertama Belajar Masak…”

  1. tuedmaniac619 01/05/2014 at 15:55 #

    great. salut ama cara belajar masaknya. padahal membiasakan diri itu paling susah.
    untuk belajar masak sambil berwisata silahkan lihat di sini

  2. Feridian 30/01/2012 at 06:54 #

    MasterChef 2 akan segera kembali ke layar televisi anda. Jika anda berdomisili di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) berumur 18 tahun ke atas dan jago masak silahkan daftarkan diri anda segera.

    Hubungi saya Feridian di 021-72801001 (bisa langsung datang ke kantor fremantlemedia di Jl. Barito 2 no 3 Kebayoran baru) atau email ke feridian_adv02@yahoo.com. **(tulis (nama, alamat, perkejaan, no telepon, suka masak apa, foto)

    terimakasih

    *** boleh kok di sebar ke temen temennya yang jago masak.

  3. kak zepe lagu2anak.blogspot.com 17/11/2011 at 07:30 #

    Hai..blognya keren lho…saya udah baca beberapa konten…
    salam kenal..nama saya Kak Zepe.
    Saya juga punya sebuah blog yang membahasa segala sesuatu tentang dunia anak.
    Khususnya tentang lagu anak-anal..
    Kalau mau tahu lebih lengkap, silakan bergabung di blog saya.
    Ada di
    http://lagu2anak.blogspot.com
    Sekalian ikut serta dalam mengembangkan lagu anak di tanah air yang kian merosot…
    Mohon dukungannya untuk mensukseskan gerakan ini.
    Salam cinta lagu2anak…

    • zoothera 17/11/2011 at 12:14 #

      Pastinya akan saya dukung… memang ada rencana untuk memasukkan lagu-lagu anak dalam blog saya.. nanti saya kabari ya Kak Zepe

  4. Una 09/11/2011 at 02:07 #

    Thannks mbak info nulisbuku.comnya,
    tapi itu bayar mahal ga sih~ :-s

  5. kakaakin 08/11/2011 at 23:21 #

    Jadi mikir… keknya emak saya gak nularin banyak ilmu masak deh…
    Karena sejak masuk SMA, saya udah tinggal sama tante. Di rumah tante ada mbak-mbak yang masak…😦

    • zoothera 09/11/2011 at 01:11 #

      Enyaknyah ada yg masakin.. Tapi tetep bisa masak pastinya dong yaaa..

  6. monda 08/11/2011 at 22:00 #

    Jago masak ternyata ya, pengen ah nyicipin.
    Sambal godog itu juga lauk wajib lebaran di keluarga mertua

    • zoothera 09/11/2011 at 01:16 #

      Bolebole bunda, kapan2 kalo ada acara kopdaran saiah diajakin yaksss.. Bikin model piknik sistem potluck kayanya seru, jd bisa ngrasain masakan andalan para blogger hehe

  7. Asop 08/11/2011 at 11:53 #

    Jaman sekarang enak ya, mau resep apa di internet adaaa semua!😀

    • zoothera 08/11/2011 at 16:24 #

      Iyaaaa sesuatu bangeudddd..😉

  8. Lyliana Thia 08/11/2011 at 08:50 #

    Aniiis,… so touchy ceritanya… hiks.. jd terharu nih…

    duuuh gw kangeeen kegiatan masak2 bareng lo2 pada… kapan yaaa bisa kumpul2 lagi…? klo masak2 pasti cuma lo sama feby doang deh… hiks *iri.com*

    semoga menang ya Niees… ^_^

    • zoothera 08/11/2011 at 10:20 #

      Hiks… gw jg jadi inget sama nyokap ly, tgl 12 besok hari lahir beliau… kalo masih ada seharusnya umurnya 53 th..
      Btw, jangan iri-iri ahh.. next kita masak2 deh yukk.. gw maen ke rumah lo kek, tapi kasih tau naek apa2nya yaaaksss hahaha

  9. The-Netwerk 08/11/2011 at 07:02 #

    hanya ingin mengikuti postingan agan .
    postingan yang menarik
    nice gan .

    sempatkan mampir ke website kami
    http://www.the-netwerk.com

  10. Una 08/11/2011 at 07:00 #

    eM-amA-I-eN perasaan MAIN deh bukan MAEN. Wkwkwk kubahas lagi…
    Wah asik banget bikin resep dapet duit.

    Terimakasih yaa mbak, segera kucatat🙂

    • zoothera 08/11/2011 at 10:21 #

      Ahahhaaa… iya emang tulisannya MAIN tapi bacanya tetep MAEN *ngeles…* seneng bisa ikut berpartisipasi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: