Nikmatnya Meditasi

31 Oct

Diambil dari googleimage {keyword: self meditation}

Kalau ada yang nanya apa yang belakangan ini sering saya lakukan *emang ada yang nanya?* maka kata meditasi menjadi salah satu jawabannya.
Iya meditasi, kegiatan yang biasanya direpresntasikan dengan orang yang duduk bersila sambil memejamkan mata dan mengatur pola napasnya seraya memfokuskan diri pada satu titik hingga akhirnya menemukan fase di mana seseorang merasakan yang namanya relaks atau rasa nyaman.
Apa musababnya saya melakukan meditasi?
Sejak kapan saya mulai melakukan meditasi?
Di mana meditasinya?

Perihal yang menyebabkan saya melakukan meditasi adalah ketidaksengajaan.

Seperti yang saya uraikan di postingan sebelum ini, sebulan ini saya dan suami sedang fokus melakukan program inseminasi. Nah, sejak 10 Oktober kemarin, saya sengaja mempersiapkan diri lahir dan batin untuk program ini. Di tengah masa “nyuntik”, saya biasanya lebih banyak meluangkan waktu dengan nonton TV, DVD-ing pelem Korea, atau seringan tidur-tiduran sambil brosing-brosing info soal inseminasi.

Dari hasil brosing, saya dapat info kalau salah satu kunci sukses keberhasilan inseminasi adalah jauh-jauh dari yang namanya stres/banyak pikiran. Biasanya, pelakon inseminasi yang masih newbi memang kerap dihantui kecemasan dan pikiran yang macam-macam.  Hemmm, akhirnya tercetus aja gitu untuk gugling dengan keyword “meditasi”.

Beranjak dari situ saya pun mulai tertarik untuk mencoba meditasi…

Persis sejak pekan kedua Oktober, kira-kira tanggal 12 Oktober saya mulai bermeditasi. Saya meditasinya seorangan aja dan cuma dilakukan di rumah.

Saya pun mencoba mengikuti beberapa instruksi cara-cara melakukan meditasi dasar yang kebetulan saya dapat dari wikipedia, yaitu: 

  • Cari tempat yang tenang –> saya memilih kamar karena biar lebih merasa privat.
  • Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman –> saya biasanya menggunakan kaos longgar (tanpa bra) dan celana training.
  • Duduk bersila Bagi sebagian orang duduk bersila terasa tenang. Anda boleh duduk di atas bantalan atau handuk. Anda juga bisa menggunakan kursi, tapi usahakan duduk hanya pada setengah bagian depan kursi. Ada orang-orang yang suka memakai handuk atau syal pada bahu untuk mencegah kedinginan –> saya menggunakan alas berupa sajadah karena saya cenderung memilih waktu meditasi setelah sholat Dhuha supaya bisa menyambung doa yang ingin saya panjatkan selama meditasi.
  • Bahu harus rileks dan tangan diletakkan di pangkuan –> saya biasanya meletakkan tangan di depan perut atau di depan dada.
  • Buka mata setengah tanpa benar-benar menatap apa pun –>saya lebih memilih untuk memejamkan mata biar bisa lebih fokus dan konsentrasi.
  • Jangan berusaha mengubah pernapasan Anda biarkan perhatian Anda terpusat pada aliran napas. Tujuannya adalah agar kehebohan dalam pikiran Anda perlahan menghilang  –> saya memfokuskan diri dengan mengatur pola napas (masuk-keluar) melalui hidung, sementara mulut saya biarkan terkatup.
  • Lemaskan setiap otot pada tubuh Anda. Jangan tergesa-gesa, perlu waktu untuk bisa rileks sepenuhnya; lakukan sedikit demi sedikit, dimulai dengan ujung kaki dan terus ke atas sampai kepala.
  • Visualisasikan tempat yang menenangkan bagi Anda. Bisa berupa tempat yang nyata atau khayalan –> saya tidak memvisualisasikan apa-apa, saya hanya mencoba mencari satu titik cahaya (semakin ke sini saya bisa menemukan pendaran cahaya berwarna ungu *kurang lebih seperti warna ungu pada gambar di atas*) yang kemudian saya sengaja ibaratkan sebagai Sang Khalik.

Di luar itu, biasanya saya ditemani dengan iringan suara khas meditasi yang kebetulan ada di aplikasi ipad saya. Suara yang paling saya sukai adalah suara deburan ombak, suara rintikan air hujan yang deras, dan suara gemericik air yang mengalir kencang. Dan satu lagi, bila orang yang bermeditasi biasanya mengucapkan mantra atau apa gitu, saya lebih memilih untuk mengucap kata-kata pujian kepada Allah seraya berdialog/curhat sama Allah dari dalam hati dan tentu sambil terus introspeksi diri apa saja kesalahan yang pernah dibuat selama ini.

Di  kali pertama meditasi, saya meditasi dalam kondisi belum mandi. Kemudian saya hanya menyetel waktu paling minimal dari meditasi, yaitu 10 menit. Itu pun ga sepenuhnya bisa konsentrasi karena saya masih belum bisa fokus pada tujuan saya bermeditasi, jadi sedikit-sedikit saya buka mata demi melihat kapan 10 menit berlalu atau sedikit-sedikit saya terganggu dengan kaki yang kesemutan atau sedikit-sedikit ngelap keringat karena kegerahan. Alhasil, meditasi pertama bisa dibilang ga berlangsung sukses.:mrgreen:

Di kali kedua, saya coba sebelum Dhuha saya mandi dulu+pake cologne biar badan lebih terasa segar dan biar ga kegerahan, saya pasang AC terlebih dahulu. Saya pun dengan kepedean menyetel waktu meditasi lebih lama dari meditasi pertama, yaitu 20 menit. Walaupun masih sesekali melek, tapi ternyata kondisi yang fresh cukup membantu meditasi saya kali ini.

Meditasi berikutnya? Alhamdulillah udah terbiasa, sampai gak terasa tau-tau suara pengiring meditasi berhenti yang menandakan waktu meditasi sudah terlampaui. Semakin ke sini, saya semakin bisa menikmati yang namanya meditasi dan merasakan nikmatnya curhat dengan selain manusia, yaitu SANG MAHA PENCIPTA. Dengan ini saya menyatakan tujuan utama saya pun tercapai, yaitu getting relax.

Semoga saya bisa terus membiasakan kegiatan yang menurut saya sangat positif ini. Tertarik? Silahkan ikuti jejak saya….🙂

5 Responses to “Nikmatnya Meditasi”

  1. Lyliana Thia 07/11/2011 at 20:38 #

    Nis… gw kan ikutan yoga tuh… dan setiap sesi yoga ada sesi meditasinya… smpe skrg gw blm berhasil tuh sesi meditasinya… pikiran disuruh di satu tempat, tapi tetep aja mengembara kemana2… hehehe…

  2. Asop 02/11/2011 at 13:51 #

    Saya gak bisa konsen untuk meditasi.😦
    Setidaknya itu pernah saya coba saat SMA. Saya bawaannya pengen bergerak…😆

    • zoothera 03/11/2011 at 11:04 #

      Samaaa… awalnya saya juga masih sering gerak-gerak n sedikitsedikit melek, tapi pelanpelan mulai berkuran *walomshseringkesemutan* tapi smoga ke depannya bisa bener2 full meditasi🙂 ayooo coba lagi sop!

  3. bintangtimur 02/11/2011 at 03:38 #

    Pernah mencoba sekali waktu diajarin yoga sama temen saya Niez, susah ternyata, karena pikiran itu sulit buat tidak mengarah kemana-mana.
    Tapi saya yakin, dengan tips lengkap da jelas kayak gini, meditasi akan berlangsung lebih mudah dan menyenangkan. Trima kasiiiih…🙂

    • zoothera 02/11/2011 at 04:46 #

      Ayooo mba Irma dicoba lagi minimal 10 menit setiap hari, abis solat subuh juga enak.. dijamin relakss badan rasanya😎

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: