Generasi Pelalai Sholat

18 Mar
sumber: google image 

sumber: google image

Kalau senang/pernah nonton acara tausiyah pagi di transTV bertajuk “Islam Itu Indah” (pk 06.00-06.300), pasti setuju dengan pendapat yg bilang kalau ustad yg bawain acaranya sungguh unik, agak lebay, dan kocak abies (ngalah2in pelawak)😆

Dari hasi cari2 info, saya akhirnya tau kalo tuh ustad namanya M. Nur. Maulana. Ustad yg ngetop dengan lemparan kata2nya “jamaahh-Oohh Jamaah-Alhamdulillah” ini adalah seorang guru lulusan pesantren yg msh berdomisili di Makasar.

Pagi tadi, tema yg dibawain adalah sholat. Kebetulan banget nih, saya udh lama bgt kepingin mengulas tema yg sama di sini (bukan untuk sok menggurui tapi lebih lebih untuk pengingat ke diri saya sendiri).

Soo dengan setia saya tonton acara lawak eh tausiyah ini sampai selesai sambil tetap melakukan aktivitas di dapur (TV diputar 180derajat ke arah dapur).

Seperti biasanya, “Islam Itu Indah” selalu menghadirkan 2 sosok bintang tamu cowo-cewe (saya ga pernah tau mereka sih, tp kayanya pemain sinetron gitu deh) yang akan terlihat paling kinclong di antara jamaah2 lain yg duduk di kanan-kiri sang ustad.Setelah menyapa jamaahnya dgn yellyell khasnya, ustad M (saya sebut gitu aja ya biar ringkas) mendekati bintang tamu cowo -sebut saja Iv- dan bertanya “assalamualaikum Iv, gmana tadi sholat subuhnya?”
“kelewat ustad, bablas tidurnya”
Jawab Iv santai sambil ketawa-tawa dan terlihat sekali tanpa beban.
Mendengar jawaban Iv seperti itu, sontak membuat ustad M loncat sambil mengeluarkan kata-kata bernada sindiran dengan mimik yg kocak tapi tak mengurangi keprihatinannya.

Di tengah acara, bintang tamu cewe menanyakan masalah mengenai kasus di kalangan teman-teman artisnya yang ternyata bila mendengar suara adzan hanya sebatas merasa cukup dengan mengucapkan “owww udah juhur, owww udh asar” tanpa merasa perlu bergegas untuk menunaikannya.

Hmm.. Melihat 2 contoh kasus di atas, rasanya miris bgt ga sih?😦

Jujur, saya juga sering menyaksikan orang-orang terdekat saya melakukan hal yang sama, yakni “mengenyampingkan” atau “melalaikan” atau “mematahkan” tiang agama ini.

Bagaimana perasaan saya dengan kondisi demikian?

Sedihhhhh, sedih bangeeettthhhh.

Terlebih bila upaya kita mengajak mereka, baik secara frontal (dgn mengingatkan langsung dan menggebah-gebah) atau secara tidak langsung dengan kata2 sindiran/melalui bahasa tubuh yg menyiratkan kata “ayo sholat” tidak berhasil membuat mereka tergugah.

Sakiittt, sakittt rasanya biila  akhirnya waktu sholat berlalu dan tanpa merasa takut atau salah mereka mempermainkan waktu dengan tidak bergeming  dan sengaja meninggalkannya.

Terus terang, saya juga termasuk orang yang tidak sempurna2 amat dalam sholat karena saya masih suka sholat tidak tepat waktu, masih sering tergoda oleh syaitaon sehingga di tengah sholat menjadi tidak khusyu, atau masih kadang menjamak sholat yg terpaksa harus terlewat karena terhambat dalam perjalanan. Tapiiii, sehina2nya perbuatan saya itu, lubuk hati saya terdalam memendam rasa malu, dosa, dan takuttt sekali bila sampai harus meninggalkan sholat yg 5 waktu.

Ambil contoh dekatnya begini, bila sudah waktunya sholat isya kemudian saya tidak menyegerakan u/ sholat, biasanya nihhh syaiton paling seneng menggeber godaannya melalui mata saya yg dibuat zuperr ngantuk. Begitu suami mengingatkan, sejurus kemudian saya dengan ringan mengucapkan kata2 “nanti aja bangun jam 2 sekalian tahajud” sambil terus memejamkan mata t. Sebenarnya, suami saya sering marahin kalau saya begitu, tp dasar saya yg bebal sok cuek aja.

Imbasnya? Ya saya harus siap terteror dengan segala macam rasa bersalah di sepanjang tidur tsb. Pokonya ga enak banget deh tidurnya, kebangun-bangun terus dan akhirnya trpaksa harus menebus rasa bersalah dgn sholat isya+tahajud. Udahannya? Alhamdulillah plong, bisa tidur nyenyak sampai subuh. Belajar dari pengalaman ini makanya sebisa mungkin saya melawan rasa malas dengan menyegerakan sholat begitu adzan berkumandang atau sebelum benar2 beranjak ke tempat tidur.

Sebenarnya, kata melalaikan yang saya maksud di sini adalah lebih kepada meninggalkan sholat dengan penuh kesadaran dan tahu betul kalo yg dilakukan itu tidak dibenarkan.

Kalau pelalaian hal yg wajib ini sudah menjadi hal yg biasa dan terkesan meminta pemakluman “bukan gw aja kaleee yg begitu, tapi banyakk taukk!”, lantas siapa yang patut disalahkan?

Apakah salah orang tua mereka yang terlanjur melenakan mereka dengan urusan duniawi sehingga tingkat keimanan dan ketakwaan mereka pada Sang Khalik sangat nyungsep?

Atau

Apa ini salah mereka sendiri yang tidak lihai dalam memilih pergaulan sehingga tidak berdaya untuk mengikuti arus untuk kemudian terperosok ke jurang generasi pelalai sholat?

Kalau menurut saya pribadi, sepertinya ketaatan akan melakukan *ralat yg benar* “mendirikan” sholat memang harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga (dalam artian doktrinasi orang tua kepada anaknya harus super2 kuat) dengan memberi keyakinan bahwa final destination semua orang adalah akhirat dan salah satu bekal yg bisa menolong kita ya cuma amal baik dan sholat.

Bukankah, sebagai orang tua (walaupun saya belum pnya anak), kita tidak ingin bila suatu saat sudah tiada, anak yg dikasihi tidak pernah mengirimkan doa untuk kita, abisan bagaimana mungkin mendoakan lah sholat aja gak pernah/sengaja lalai/lupa sama sekali *istighfar*. Wallahualam.

Oiya, saya punya link nih yg kebetulan agak nyambung dengan tema tulisan saya ini, yaitu ajari anak kalian sholat.

Semoga bermanfaat, آمِّينَ

7 Responses to “Generasi Pelalai Sholat”

  1. Ayahnya Ranggasetya 23/03/2011 at 15:50 #

    Alhamdulillah, Mbak, aku sering merasa sangat tak nyaman kalau meninggalkan sholat, rasa-rasanya ada yang hilang dari diri… nggak semangat dan hampa. Dan meskipun kadang sholatku kurang khusu, seenggak-enggaknya aku paling takut meninggalkannya.

  2. bintangtimur 22/03/2011 at 13:22 #

    Trima kasih sudah diingatkan sama Anis, saya jadi nggak enak nih, udah jam setengah sembilan malem tapi belum sholat Isya…aduuuh😦

    Salam kenal kembali Anis, halow…seneng banget blog saya sudah ditengokin dan ditinggalin komen. Sekarang, saya mau sholat dulu ya?😀

    • zoothera 22/03/2011 at 15:35 #

      Alhamdulillah kalau ternyata bisa saling mengingatkan.. aku juga seneng banget udah dikunjungin balik dan dikomentarin pulak..Oiya, aku ijin yaa naro link mba Irma di sini…🙂

  3. Sya 22/03/2011 at 05:31 #

    Eh Mba, lupa nanya, kemana aja sih koq sekarang baru nongol?

    Kalau saya malas solat, saya pasti langsung ingat ayat ini: Maka nikmat Tuhan-mu yang mana yang hendak kau dusai??? Insya Allah malasnya ilang deh. Soalnya menurut saya, solat itu bukan hanya perintah dari Allah tapi saya lebih menganggap sebagai ungkapan rasa syukur saya.

    • zoothera 22/03/2011 at 15:38 #

      Ngga kemana-mana ko sya, cuma kemarin2 itu malesss bangett buka WP, males apdet, n males BW… Alhamdulillah sekarang lagi rajin hehehe…

      “… hendak kau dusai” Eh itu typo ya, maksudnya dustai.. iya, sholat emang bukan sekedar dilakukan, tapi didirikan dan merupakan kebutuhan bukan hanya sekadar kewajiban. Insya Allah kita bukan termasuk generasi ini ya.. amiiinnn

  4. zoothera 18/03/2011 at 14:33 #

    Amiiiinnn, tengkyu my dear lyli. Selagi bisa dan ada kesempatan, kita memang harus saling mengingatkan. Smga kita ga masuk dalam golongan orang2 yg lalai آمِّينَ

  5. Lyliana Tia 18/03/2011 at 08:31 #

    Amiiin… Thank you Nis… Gw ngerasa kesindir abis… yg suka sholat Isya jam 2 sekalian tahajjud, kan gw.. Malu2in aja… Berhubung udah masuk Ashar, gw sholat dulu ah… Thank you my dear friend, untuk sebuah pengingat kecil yang berarti besar.. Semoga Allah memberkahi selalu… amin aminnn…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: