Antusias Nasionalisme Massal >> Kemenangan Sejati Perbola-an Indonesia

30 Dec

dari berbagai sumber

  1. Pernah gak merasa bulu kuduk merinding ibarat abis ngeliat hantu di samping/depan/belakang kita?
  2. Pernah gak merasa Ge Er ibarat abis dipuja-puji?
  3. Pernah ga merasa antusias tingkat tinggi  ibarat abis menangin undian besar?
  4. Pernah gak merasa mules ibarat sedang ingin P.U.B?
  5. Pernah gak menutup mata ibarat nonton pelem horor?
  6. Pernah gak tiba² keluar air mata ibarat sedang mengiris bawang?
  7. Pernah gak sewot²/mengumpat gak jelas ibarat abis disewotin orang?
  8. Pernah gak merasa sentimentil pulang ke rumah ibarat abis pulang dari pemakaman?

Saya pernah…
Semua itu komplit saya rasakan belum lama ini. Ya, apalagi kalau bukan di kesempatan nonton bareng Piala AFF Suzuki CUP 2010.

Sebenarnya, saya bukanlah perempuan pecinta bola sejati yang ngerti betul soal permainan sejuta umat ini, tapi saya jg bukanlah perempuan yang tidak bisa menikmati permainan bola. Karena, ada kalanya saya mengikuti pertandingan bola sekaliber piala dunia, kalau tidak salah ingat sejak piala dunia 1994. Di mana di setiap kali teman² perempuan saya mengidolakan Tim Italia yg memang terkenal akan kerupawanan para pemainnya, sementara entah karena alasan apa saya sangat mengidolakan *sampai skarang malahan* tim Negeri Samba -Brasil- yg memang dalam sejarah Piala Dunia FIFA sudah 5 kali menggoreskan diri sebagai jawaranya. Berbekal loyalitas tersebut, saya pun jadi familiar dengan nama² asing dari  orang² terpilih tim Samba, sebut saja Pele, Bebeto, Dida, Romario, Ronaldo, Ronaldino, hingga Kaka.

Di setiap kali mengikuti Piala Dunia*biasanya cuma mau enaknya aja, yaitu kalo pas Brasil maen atau ngga kalau udh babak smifinal-final 😀 * biasanya saya hanya ngerasain perasaan yang ada di poin 7 & 8 saja. Tapi, di AFF kali ini (baru 2010) saya ngerasain perasaan mulai dari no 1 s/d 8.

Jujur, waktu turnamen AFF 2010 pertama kali digelar saya gak terlalu ngikutin, kendati di twitter mulai berseliweran mention² seputar kemenangan timnas Indonesia *selanjutnya lebh dikenal dgn sebutan Timnas Garuda* ngebekuk tim Malaysia di babak penyisihan dengan skor telak 5-1 dan ketampanan pemain naturalisasinya – Irfan Bachdim- yg sering dielu-elu-kan pendukung Timnas Garuda *khususnya kaum hawa* hingga pemilik akun twitter @irfanbachdim10 tsb sempat menjadi trending topic di twitter.

Hingga akhirnya, di kesempatan pertemuan Indonesia dengan Laos, saya yang lagi masak untuk makan malam suami, sengaja menyetel Channel TV yang menanyangkan siaran langsungnya dan saya pun  memutar TV ke arah dapur biar sembari masak saya bisa sambil nonton laga tersebut.

Yah namanya disambi dgn kegiatan lain *masak membutuhkan konsentrasi tinggi boww* jadi ga begitu bs fokus nontonnya. Tapi bgitu masakan kelar dan suami jg udh pulang, saya nonton berdua bareng suami sambil sesekali fokus melototin pemain naturalisasi si Bachdim itu *cuma sekedar utk membuktikan seberapa gantengnya sih dia, dan kesimpulannya? Ngganteng betulannnn Cing! :mrgreen: tapi “manis”nya agak terlalu aja u/ ukuran cowok 😀 *

Ternyata eh ternyata, permainan Timnas Garuda malam itu sungguh membanggakan, gol demi gol berhasil dicetak dan akhirnya Laos terpaksa bertekuk lutut dengan skor akhir 6-0 saja yang disusul dengan kemenangan² berikutnya melawan Thailand (2-0) dan melawan Philipina leg 1&2 (masing-masing 1-0).  *hebatzzzzz*

Keberhasilan beruntun tsb trnyata turut membangkitkan euforia tersendiri bagi rakyat Indonesia yang memang haus akan sebuah prestasi. Apresiasi demi apresiasi mulai berseliweran di mana-mana. Mulai dari yg serius di siaran berita TV sampai TV-TV infotainment pun ga mau ketinggalan untuk membicarakan soal bola dengan mengulas ketampanan Irfan Bachdim, pentingnya menanyakan perasaan pengantin baru -Kiki Amalia- yang bersuamikan Kiper Timnas Garuda -Markus Horison-, sampai pada keyakinan kuat seorang  Eva Gonzales -isteri dari pemain naturalisasi andalan lainnya Christian “El Loco” Gonzales-. Tentunya, semua isi berita yang dipaparkan terlalu didramatisir dengan segala ke-lebay-annya *asliiiii pemberitaan²  ala infotainment ini sempet bikin enek* (perasaan pemain Timnas bukan cuma Bachdim, Markus, dan Gonzales doang dah knapa pemain tangguh lainnya seperti Bambang Pamungkas *I-Love-U Bepe*, Okto Maniani, Firman Utina, Nasuha, Ahmad Bustomi, Maman, Ridwan, Arif, Yongki, atau zulkifli jarang diulas?)*.

Para penjual kaos dan aksesoris berbau Timnas Garuda (baik yang resmi sampe kaki lima)  ikut memanfaatkan euforia ini, mereka pun berhasil mendapuk keuntungan besar dari penjualan kaos/aksesoris berlogo garuda & merah putih yang smuanya bernuansa merah.

Tapi, berterima-kasihlah pada para penjual ini karena dengan usaha mereka para supporter Indonesia berhasil membuat GBK dibanjiri warna merah meriah selama beberapa kali pertandingan yang menampilkan Timnas Garuda.

Puncak antusiasme nasionalis massal ini sudah pasti terjadi pada tgl 26 dan 29 Desember kemarin, yakni saat laga Final leg 1 & 2 berlangsung. Ketika di Bukit Jalil Malaysia saja ga sedikit supporter Timnas Garuda yang rela mendukung langsung dan berpenampilan maksimal *dengan modal sendiri tentunya* demi menyuarakan nasionalisme mereka dengan berpakaian merah-merah. Yah, walaupun harus dibayar dengan air mata kesedihan/kekecewaan karena Timnas Garuda saat itu mainnya ga sebagus saat di semifinal dan harus ketinggalan 3-0 dr HarimauMalaya yang kabarnya banyak disebabkan oleh hal-hal non-teknis seperti mental yang drop karena aksi curang supporter Malaysia, kecurangan wasit yang sering berpihak pada pemain Malaysia, sampai kabar tentang politisasi Timnas Garuda oleh oknum² tertentu. Tapi, ternyata kekalahan ini tidak sedikitpun menyurutkan semangat para supporter untuk mendukung Timnas Garuda. Hal ini bahkan semakin menyulutkan emosi dan jiwa nasionalis para supporter untuk terus mendukung Timnas Kesayangan dengan teriakan² bernada yakin & positif bahwa Timnas Garuda mampu menghajar balik kekalahan dengan gol-gol yang ciamik.

Kemarin malam, rasa bangga sebagai orang Indonesia juga membuncah di hati saya demi melihat betapa kerennya warna merah yang banjir di mana², mulai dari mal-mal yang ada di seputar  GBK, GBK dan area sekitarnya, kafe-kafe, rumah-rumah warga, warung pinggir jalan, atau lapangan yang menggelar acara nobar.  Poko’nya di seantero Indonesia malam itu bersuara satu, yakni “IND-ONE-SIA”. Padahal nih yah, kemarin itu kan bukan hari libur alias hari kerja.

Saya memang tidak nonton langsung di GBK, tapi sejak semifinal saya berjuang cukup lumayan demi bisa nonton bareng lakon Timnas Garuda. Waktu semifinal leg 2, saya bela²in menjadi allien karena berjilbab di tengah ABG-ABG labil yang ngebir di Bar De Hoii *saya terpaksa nonton di bar karena tempat nonton yang semestinya keburu ditempatin orang*.

Waktu final leg 1, saya dan suami sampai harus muter²  dan keluar-masuk kafe di daerah Jak-Sel demi nanyain bisa tidaknya space untuk nobar yang buntutnya ditolak karena memang sudah pulbuk *tepokjidat* hingga akhirnya saya berhasil dapat tempat di salah1 kafe di daerah Gandaria bertitel red table *wah matching sama kaos merah saya dong* tapi apesnya persis di menit² pertama, listrik di kafe itu down, semua pengunjung pun sontak berlari ke area Parkiran Circle K yang persis terletak di depan kafe dan kebetulan juga memasang layar besar untuk nobar, hal ini tak lain demi bisa ikut nyanyi bareng lagu Indonesia Raya *tuh merinding lg deh. Gak lama listriknya nyala lagi, saya dan semua pengunjung yang tadi sudah buking tempat pun pindah lagi dan melanjutkan tereak-terak bareng di dalam kafe, walau di akhir pertandingan kami harus memasang mimik wajah sedih + tubuh lunglai karena hasil perolehan hari itu jauh di bawah ekspektasi.

Dan di final terakhir, saya berhasil ngebuking tempat untuk 12 orang di Burger&Grill Margonda, tapi karena info yang salah dari mbak pelayannya, tempat yang saya pilih trnyata kurang begitu strategis karena agak kehalang tiang:mrgreen: *maaapkan ya temanz*

Tapiiiii, walaupun semalam Timnas Garuda harus rela menelan pil pahit kekalahan dan harus ikhlas menjadi runner-up untuk ke sekian kalinya, saya dan semua yang nonton di Burger&Grill gak merasa marah/kecewa. Justru sebaliknya, kami semua merasa bangga dengan perjuangan Timnas Garuda yang berhasil menyumbang 2 gol di menit² terakhir dan kami semua kompak meneriakkan kata² bernada legowo  “Gak Papa, Gak Papa”

Saya rasa, smua supporter di belahan Indonesia pun juga demikian, akan selalu kompak menyuarakan “IND-ONE-SIA”.

Menurut saya, kebangkitan pemain Timnas Garuda dan tangan dingin pelatih Riedl serta dukungan penuh para supporter dengan segala antusiasmenya dan sportivitasnya menjadi kemenangan sejati dari perbola-an Indonesia.

*Semoga Timnas Garuda bisa unjuk gigi kembali di pentas Sea Games mendatang*

2 Responses to “Antusias Nasionalisme Massal >> Kemenangan Sejati Perbola-an Indonesia”

  1. zoothera 03/01/2011 at 08:39 #

    Makasih uda u/ pujian, saya Siap meluncur ke TKP uda..🙂

  2. reedai313 31/12/2010 at 08:10 #

    Bagus, mbak..
    kepahlawanan mereka kita rekam di hati kita, mbak bukan di infotainment2 macam diatas..😀 nice post mbak..
    ni uda punya artikel sejenis, mudah2an bisa jd perbandingan..
    http://berbagicoretan.wordpress.com/2010/12/27/matematika-bola/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: