Bumi Kita Pun Butuh Anti Aging >> Sebuah Analog

10 Nov

Sumber: google image

Sumber: Google image

Kira-kira berapa sih umur bumi kita? Ada yang tahu ngga? Kalau kasarannya dihitung berdasarkan tahun Setelah Masehi saja, exactly bumi kita sudah berusia 2010 tahun. Nah, kalau ditambah tahun-tahun Sebelum Masehi? Wuihh sudah berapa tahun itu, yang pasti tua betul ya?

Ibarat manusia, semakin berumur (> 30 th), kondisi tubuh tentu tidak akan se-prima ketika masih kanak-kanak ataupun remaja. Hal ini karena seiring pertambahan usia organ tubuh kita pun ikut menua yang berarti fungsi organ tubuh dan metabolismenya semakin tidak seimbang. Padahal, keseimbangan metabolisme tubuh sangat penting dalam menghambat proses penuaan itu sendiri. Oleh karena itu, seperti yang saya ulas di sini, saat ini perkembangan ilmu kedokteran yang memfokuskan diri pada ilmu anti aging semakin pesat. Karena apa? Karena ya itu, sudah banyak orang yang sadar bahwa penuaan dini sebetulnya bisa dihindari/ dihambat dengan harapan bisa mengecap umur semaksimal mungkin sampai batas yang ditakdirkan oleh Sang Khalik. Hal ini mengandung arti masa tua tetap bisa produktif dengan organ tubuh yang tetap berfungsi baik atau kasarnya, bila memang harus meninggal ya meninggal saja tanpa perlu melalui proses sakit-sakitan.

Terkait dengan pertambahan usia, antara manusia dan bumi keduanya mengalami salah satu proses yang sama, yakni penuaan. Berarti boleh dong saya mencoba menganalogikan kasus penuaan yang terjadi pada manusia dengan kasus penuaan yang terjadi pada bumi kita.

Berbagai bencana alam yang terjadi belakangan di negeri Indonesia sebut saja banjir bandang di Wasior, tsunami di Mentawai, dan yang teranyar meletusnya gunung merapi di Sleman Yogya merupakan gejala-gejala yang sering kali dikait-kaitkan dengan tubuh bumi yang semakin menua.

Perihalnya manusia, orang yang tua memang kerap identik dengan berbagai penyakit yang sifatnya degeneratif, misalnya kolesterol, stroke, diabetes, ginjal, atau kanker. Jangankan manusia tua, manusia yang muda pun bila terserang salah satu penyakit tersebut. Tak lain akibat penerapan gaya hidup mereka yang tidak sehat (merokok, hobi mengonsumsi makanan yang jorok, atau doyan minum minuman beralkohol). Bila begitu, organ tubuh mereka pun menjadi lebih tua dari umur semestinya sehingga bukan tidak mungkin akan berujung pada kematian di usia muda.

Ditilik dari fenomena alam yang sering dikhawatirkan sebagai tanda-tanda terjadinya akhir zaman (katanya akan terjadi pada tahun 2012, ITU KATANYA, kebenarannya? hanya Allah yang Maha Tahu), kira-kira penyakit degeneratif apa sih yang sedang diidap oleh bumi kita sekarang ini?

Apakah diabetes yang disebabkan terjadinya disfungsi “hormon insulin” bumi akibat terlalu sering dijejali dengan “prilaku-prilaku manis” manusia yang  manisnya palsu? Sebagai contoh, sekarang ini banyak oknum yang selalu berkoar-koar cinta alam, tapi kenyataannya mereka tega menyulap hutan mangrove serta lahan-lahan serapan air menjadi bangunan-bangunan megah bernamakan perumahan mewah atau emol (baca: mol). Kalau sudah begini  jangan salahkan kalau bumi pun menjadi tidak mampu lagi menahan “pipis”nya dan taraaaaaaa banjir pun menggeliat di mana-mana.

Atau, apakah saat ini bumi tengah mengidap “kolesterol” yang disebabkan karena ulah tangan-tangan makhluk bumi (baik sengaja atau khilaf) yang terus menyuapi “tubuh” bumi dengan makanan-makanan jorok dalam bentuk polusi udara, air, dan tanah? Sebagai contoh, masih banyak perusahaan-perusahaan tambang pengeruk isi bumi yang masih tidak bertanggung jawab dengan membuang limbah atau sisa-sisa galian tambang berbahaya, masih banyak oknum-oknum pencuri hutan yang dengan seeenaknya membakar serta menggunduli hutan secara semena-mena, dan masih banyak penghuni bumi (mungkin termasuk saya) yang masih suka membuang sampah-sampah yang bersifat unrecyle di sembarang tempat, menggunakan air tanah secara berlebihan, atau menggunakan bahan bakar yang bersifat polutan. Bila demikian, jangan salahkan bila bumi mengalami “stroke” atau “kanker ganas” yang menyebabkan bumi mengalami pemanasan global yang tak bisa ter-elakkan lagi.

Pada manusia ada suatu terapi anti aging yang dapat dilakukan guna mencegah atau mengobati efek-efek buruk penuaan, yakni dengan selalu peduli terhadap kesehatan dan tidak menzalimi diri sendiri. Misalnya dengan menerapkan tips-tips sederhana  seperti menjaga pola makan dengan asupan nutrisi yang seimbang (perbanyak sayur, buah, dan air putih), tidur/istirahat yang cukup (tidak perlu 6—8 jam asalkan berkualitas), rutin berolah raga untuk melancarkan peredaran darah, serta melakukan pendekatan secara spiritual dengan rajin beribadah atau bermeditasi.

Lantas, apakah terapi yang sama juga bisa diaplikasikan pada bumi kita tersayang ini?

Insya Allah bisa, bukankah tak ada kata terlambat untuk selalu memperbaiki diri selagi nafas masih di kandung badan?

Ini saya ada contekan dari kaskus mengenai tips-tips sederhana yang bisa kita lakukan untuk membantu bumi dalam melawan proses penuaannya. Lihat gambar dan penjelasan yang coba saya sarikan di bawah ini:

  • Peduli hijau, dengan mulai memperbanyak tanaman-tanaman hijau/pohon-pohon besar di areal sekitar kita seperti rumah, sekolah, atau kantor.Tanaman hijau akan membantu penyerapan karbon monoksida di udara, sementara pohon-pohon selain sebagai windbreaker, akarnya juga bisa membantu penyerapan air di kala hujan.
  • Peduli transportasi, dengan meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi (kalau punya mobil banyak, jangan dikeluarin semua setiap hari, memanfaatkan kendaraan umum kaya busway, bus, atau kereta api >> tapiiiii kalau bisa pemerintah tolong ikut dibantu yaa untuk hal yang satu ini **pak Tarno mode-on😀 **, sediain fasilitas kendaraan umum yang nyaman gitu lho!).
  • Kurangi sampah, khususnya sampah plastik yang tidak bisa didegradasi (Alhamdulillah sekarang sudah banyak supermarket/pusat perbelanjaan yang menggunakan plastik hasil penelitian anak bangsa yang kabarnya akan hancur dengan sendirinya sehingga ramah lingkungan)
  • Hemat penggunaan kertas, seperti kita ketahui bahan dasar kertas berasal dari pohon yang notabene membutuhkan waktu lama untuk bisa tumbuh besar. Bila kita bisa menghemat penggunaan kertas seefektif mungkin, berarti kita sudah ikut mengurangi penebangan pohon-pohon tersebut. Atau kita juga bisa mengurangi penggunaan tisu dan menggantinya menggunakan sapu tangan/lap kain. Sekarang ini, sudah mulai banyak kantor-kantor yang mulai menerapkan sistem zero paper, yakni mengganti surat menyurat yang menggunakan kertas dengan surat elektronik (e-mail)/soft copy dan seandainya terpaksa menge­-print dianjurkan untuk menggunakan kertas bekas yang salah satu sisinya masih bisa digunakan.
  • Hemat energi, biasakan untjuk menggunakan alat-alat listrik dan air seperlunya. Beli peralatan listrik yang tidak menyerap energi terlalu besar dan bersifat ramah lingkungan. Bila malam hari, sebisa mungkin lampu-lampu yang tidak diperlukan dimatikan.
  • Peduli organik, mulai membiasakan diri mengonsumsi sayur-mayur atau buah-buahan yang non-pestisida atau alangkah lebih baiknya bila kita bisa menanam sayur-mayur sendiri di pekarangan rumah, bukankah saat ini sudah berkembang tren taman sayur?

Bila saya dan kamu-kamu bisa menerapkan hal-hal sederhana semacam uraian di atas, insya Allah bumi kita bisa senantiasa awet muda dan akan selalu tersenyum.

One Response to “Bumi Kita Pun Butuh Anti Aging >> Sebuah Analog”

  1. Mbah Jiwo 11/11/2010 at 02:01 #

    Postingan tingkat tinggi, sangat mantaf..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: