Yess, saya fans berat Indomie

11 Oct

 

dari kompas.com (Screenshoot berita razia Indomie yang disiarkan PTS)

 

Belum lama saya mendapat BM berisi kutipan mengenai razia Indomie di toko-toko Taiwan terkait dengan kandungan hydroxy methyl benzoate benzoic acid yang notabene merupakan bahan dasar pembuatan kosmetika. Sumber kutipan berasal dari media ternama, kompas.com.

Sebagai penggemar mi, saya termasuk yang menyadari kalau memang mengonsumsi mi instan itu sebenarnya kurang baik. Tapi gimana ya, rasanya memang bikin addict banget. Bahkan, semalam pun saya makan malam dengan PopMie goreng.

Pembicaraan tentang indomie pun akhirnya mengalir di beberapa group BBM. Dari situ bisa disimpulkan kalau hampir semua teman saya ga ada yang ga suka sama yang namanya indomie. Komentar mereka macam-macam kaya gini:

“Serem bener ya, mana gw doyan bener tuh indomie (icon orang nangis)”

“huwaa padahal indomie kesenengan gw”

“kalo bener gimana?” *tanya seorang teman* “kalo bener jg gapapa deh, gw tetep doyan”

Ngga lama, saya buka twitter, ehh taunya di timeline udah rameh betul orang2 yang ngebahas tentang indomie, bahkan para penggemar indomie banyak yang menyerukan suara-suara membela eksistensi indomie Berikut beberapa contoh pembelaan mereka:

Opo to iki kok podo indoma indomie? *ngunyah indomie rebus pedas”

“Dari jaman dulu mak gue juga dah bilang indomie gak sehat. Lah kalo tetep makan mah pilihan. Saya memilih tetep makan”

“Lebih baik ga ada kosmetika daripada ga ada indomie”

Dan seorang Fitri Tropica yang terkenal akan banyolannya pun secara khusus mempersembahkan twitan konyol yang bernada dukungannya terhadap indomi. Kurang lebih isinya kaya gin:

“Indomie berbahaya. Jika dikonsumsi dengan bungkus, warung, beserta abang penjualnya”

“Indomie berbahaya jika dikonsumsi berdampingan dengan bom molotov”

“Indomie berbahaya. Jika diseduh dengan wipol aroma hutan” cemara.

Wehh ada-ada aja yaaaa?? sebegitu hebatnya adiksi indomie di mulut rakyat indonesia, ya termasuk saya ini nih.. Beneran loh, kalo ga bisa nahan diri mungkin lho saya masak mi instan 3 kali dalam 1 minggu.

Cuma emang sih,  seperti yang sudah saya bilang di awal kalo mi instan itu memang juaranya bikin orang addict. Barang siapa yang pernah merasakan, pasti setuju kalo mereka menyukainya, entah anak kecil, orang dewasa, sampai orang yang udah uzur. Saya bisa ngejamin pasti deh seseorang udah doyan banget sama mi instan akan sulit untuk betul-betul menghilangkan kebiasaan makan mi. Terlebih bila rasa dan aromanya udah terbayang di pelupuk mata, bener-bener susah menahan godaan untuk ga segera memanaskan air dalam panci dan nyemplungin mi instan ke dalamnya, apalagi yang rasanya cakalang itu slurrrppphhh *siya-ul jadi kebayang-bayang deh nih*

Saya pun mencari tahu kelanjutan berita dari kasus ini dan saya mendapat beberapa info dari  kompas.com.

Berikut sedikit kutipan klarifikasi dari BPOM mengenai kasus ini

“Produk Indomie di Indonesia yang terdaftar sudah memenuhi syarat dan aman,” ungkap Kepala BPOM Kustantinah kepada Kompas.com, Senin (11/10/2010).
Kustantinah menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan apakah Indomie yang beredar di Taiwan sama dengan yang dipasarkan di Indonesia. (Untuk lengkapnya silahkan baca di sini)

Dan berikut kutipan komentar dari pihak indomie.

Saya tidak tahu sebenarnya bagaimana. Tapi bisa saja yang dirazia belum tentu yang kita ekspor langsung berdasarkan kita punya importir. Bisa saja orang lain membeli di Indonesia, lalu tanpa izin dibawa masuk ke Taiwan. Nah kelihatannya seperti itu. Istilahnya selundupan, tidak legal,” ujar Franky Welirang, Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk, induk perusahaan ICBP kepada Kompas.com, Senin (11/10/2010).

Franky mengatakan, Taiwan mungkin menerapkan aturan soal standar keamanan makanan yang berbeda dengan negara-negara lain karena belum menjadi anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Ia mengatakan, Taiwan tidak mengikuti CODEC, aturan standar pangan internasional yang didukung Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan WHO.

“Di dalam konteks internasional, ada bahan-bahan makanan yang tidak diperkenankan atau tidak boleh melebihi batas tertentu. Nah, kemungkinan ada bahan secara internasional disyaratkan pada batas tertentu, termasuk di Indonesia. Nah, di Taiwan bahan tersebut tidak diperkenankan sama sekali,” ujar Franky.

Sebelumnya, ICBP dalam siaran persnya juga berkeyakinan bahwa mi instan yang dirazia di Taiwan bukan produk buatan mereka yang ditujukan untuk pasar Taiwan. Menurut mereka, semua produk mi instan yang diekspor resmi ke Taiwan telah dipastikan memenuhi standar yang ditetapkan badan keamanan makanan negara tersebut. (untuk selengkapnya baca di sini)

Kalau menyimak dari kutipan klarifikasi pihak indomie di atas, berarti antara indomie yang beredar di Indonesia dan Taiwan memiliki versi serta standardisasi yang berbeda. Bila benar indomie yang disita tersebut adalah indomie ilegal yang tak lain sinonim dengan indomie yang beredar di pasar Indonesia, berarti indomie yang selama ini orang-orang Indonesia (termasuk saya) makan memiliki standar keamanan makanan yang jauh di bawah standar keamanan makanan Taiwan dong? Butktinya, mereka memberi laporan dari indomie yang disita tersebut memiliki kandungan hydroxy methyl benzoate yang tidak aman untuk dikonsumsi dan bisa membahayakan kesehatan, khususnya bagi organ pencernaan dan ginjal.

Terlepas benar-tidaknya Pemerintah Taiwan menarik semua indomie dari pasaran, dipikir-pikir ada benarnya juga komentar teman saya yang bilang “Dari jaman dulu mak gue juga dah bilang indomie gak sehat. Lah kalo tetep makan mah pilihan. Saya memilih tetep makan” . Hal ini karena walau dari dulu banyak sekali mitos yg beredar mengenai bahayanya mengonsumsi mi instan yang terlalu sering dan berlebihan, tapi sampai detik ini ga ada orang yg berniat untuk berhenti makan mi. Sampai-sampai saya ga heran kalau ada beberapa teman perempuan yang harus menahan hasratnya selama 9 bulan untuk ga makan mi instan. Karena apa? karena teman saya itu sedang hamil dan dia sadar bahan pengawet yang terkandung di dalam mi instan memang bisa membahayakan janinnya. Makanya teman saya itu sering banget mengungkapkan kerinduannya akan mi instan.

Jadi, kalau sampai detik ini kita tetap mengonsumsinya ya itu adalah sebuah pilihan, toh yang nantinya menanggung gimana-gimananya kan kita sendiri.

9 Responses to “Yess, saya fans berat Indomie”

  1. yustine 14/10/2010 at 05:11 #

    ah anis.. kelar melahirkan gw makan indomie 5 hari berturut2.. hidup hampa tanpa indomie

  2. zoothera 13/10/2010 at 00:33 #

    @dik Asop: berarti semua kembali pada pilihan kan ya? Kalau memilih utk pure hidup sehat tanpa mengonsumsi anykind of chemical, alangkah baiknya berarti membantu meringankan kinerja organ tubuh. Cuma, kalau kita memilih utk tetap mengonsumsi makanan yg mengandung chemical, kembali lagi kita harus bijak dan cerdas dan pastinya jangan berlebihan, saya yakin semua-mua yg berlebihan itu ga baik, am I right?🙂

  3. zoothera 13/10/2010 at 00:32 #

    @dik Asop: berarti semua kembali pada pilihan kan ya? Kalau memilih utk pure hidup sehat tanpa mengonsumsi anykind of chemical, alangkah baiknya berarti membantu meringankan kinerja organ tubuh. Cuma, kalau kita memilih utk tetap mengonsumsi makanan yg mengandung chemical, kembali lagi kita harus bijak dan cerdas dan pastinya jangan berlebihan, saya yakin semua-mua yg berlebihan itu ga baik..

  4. Asop 13/10/2010 at 00:16 #

    Pihak indomie-nya sih berkilah ada persaingan pasar di sana.😦
    Katanya, indomie udah melaksanakan syarat untuk pemasaran di Taiwan, yaitu gak memakai benzoic acid itu dalam produk mi-nya. Udah 15 tahun lho, indomie ngimpor ke Taiwan. Nah, pihak Indomie mengatakan, bahwa bisa jadi ini salah importir. Mungkin produk yang BUKAN untuk Taiwan diimpor ke sana.
    Batasan pengawet di tiap negara beda-beda. Di Indonesia, Benzoic tsb diijinkan 250 mg, sedangkan di Taiwan tidak sama sekali.🙂

  5. zoothera 11/10/2010 at 23:47 #

    #yoan: setujuuuuu yo, aku cinta banget sama indomie, apalagi yg rasa cakalang..

    #mas Tri & mas Heru: sbgai pecinta mi, khususnya indomie, dari kemarin saya menyimak terus diskusi2 mengenai kasus ini di tv1/metrotv dan klarifikasi dari brbagai pihak (indofood,menkes,BPOM,dan pneliti teknologi pangan IPB). Jawaban dr mereka semuanya mengatakan kalau indomie aman untuk dikonsumsi, hanya saja kesimpulannya memang tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan tanpa diimbangi dgn makanan2 sehat lainnya kaya sayur, daging, dan buah. Bahkan, diperbolehkan kalau kita ingin mengganti nasi dgn mi sbgai sumber karbohidrat sehari-hari.

    Oleh krn itu, sbgai konsumen kita memang harus bijak dan cerdas dalam mengonsumsi suatu produk.

    Last, saya sangat stuju dgn mas heru kalau kita memang harus bangga dgn produk dlm negeri seperti indomie ini yg memang keberadaannya sudh diakui sjak zaman baheula.
    Salam

  6. Heru_M48ITS 11/10/2010 at 13:54 #

    Salam..,
    mengomentari mengenai pernyataan saudari Anies:
    “berarti indomie yang selama ini orang-orang Indonesia (termasuk saya) makan memiliki standar keamanan makanan yang jauh di bawah standar keamanan makanan Taiwan dong?”

    Menurut saya, karena Taiwan memiliki standar sendiri (Taiwan bukan negara anggota CODEC yang notabene beranggotakan ratusan negara di dunia yang didukung Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan WHO) jadi tidak bisa dibandingkan antara standar makanan Indonesia oleh Menkes dan BP POM dengan standar negara Taiwan.

    Memang semua kandungan zat atau bahan kimia dalam makanan adalah racun bagi tubuuh. Tapi tubuh kita juga mempunyai daya tahan terhdap hal tersebut.
    Masalahnya sampai seberapa jauh daya tahan tubuh manusia terhadap bahan kimia tersebut?
    Berdasarkan kajian dari BP POM dan Menkes, kandungan zat E218 (atau hydroxy methyl benzoate) adalah 250mg per 1kg, sedangkan standar CODEC adalah 1000mg per 1kg. Bukankah ini jauh dari ambang batas maksimum yang dikeluarkan CODEC?.

    Memang kalo tiap hari makannya cuma mie instan aja itu nggak sehat. Jangankan mie instan, sehari-hari makan cuma nasi putih + lauk aja tanpa sayur juga nggak sehat.
    Harus diimbangi dengan kebutuhan gizi yang lain.

    Saya sebagai orang Indonesia bangga dengan produk dalam negri yang ternyata juga disukai di luar negri.
    Apakah kita masih ragu dengan produk dalam negri (tidak percaya dengan Menkes dan BP POM)? lalu pada siapa kita percaya? Pada Taiwan?

    Kita adalah orang Indonesia. Marilah kita bangga dengan hasil karya produk anak bangsa.
    HIDUP PRODUK DALAM NEGRI.

    • Asop 13/10/2010 at 00:21 #

      Gampangannya gini aja deh.
      Pengawet, berapapun itu jumlahnya dalam sebuah makanan, tetep bahan kimia kan? Mau sesedikit apapun jumlahnya, tetep ada efek jangka panjang dong… kasihan liver (hati) kita, juga ginjal, bisa2 kedua organ tsb baru terasa efeknya ketika kita tua nanti.
      Jadi, sebisa mungkin HINDARI makanan instan. Sebisa mungkin. Entah itu mi instan, kopi instan, teh instan, minuman instan, sampai pemanis buatan. Sebisa mungkin hindari itu semua selama kita masih sehat.
      Makan dan minum yang normal2 aja deh.🙂

  7. Tri Setyo Wijanarko 11/10/2010 at 09:05 #

    saya dari dulu sampai sekarang suka dengan yang namanya indomie, terutama yang rasa ayam spesial..😛
    sewaktu kecil hampir setiap hari makan yang namanya indomie karena waktu kecil saya nggak doyan yang namanya sayuran. nah waktu masih berumur sekitar 9 tahun saya masuk ke rumah sakit karena kecelakaan, di sebelah saya dirawat seorang anak yang patah tulang gara-gara terjatuh saat bermain di lantai. kebetulan sekali dokter yang menangani sama dengan yang menangani saya. katanya anak tersebut tulangnya menjadi sangat rapuh gara-gara kebiasaannya makan mie instan. sejak saat itu saya mengurangi makan indomie, sampai dengan sekarang menjadi sangat jarang sekali..

    karena anak kost jadi sekarang paling makannya pop mie (dari indomie juga ya :D) karena cukup simpel bikinnya.. itupun sangat jarang, belum tentu seminggu sekali. pokoknya mie instan menjadi opsi terakhir kalau kepepet nggak ada makanan.. hehe

    salam

  8. yoan 11/10/2010 at 08:55 #

    Kayaknya gak ada yg bisa meluluhkan kecintaanku pada Indomie deh… Indomie itu penyelamat hidupku, Mbaaaakkk… :((

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: