Artikel: Bawang Putih dan Bawang Merah, Primadona di Balik Setiap Masakan

11 Oct

Foto: Googleimage

 

Dalam peranannya sebagai bumbu dapur, siapa yang berani menyangkal kalau bawang putih dan bawang merah merupakan dua di antara sekian banyak primadona rempah-rempah Indonesia.

Coba deh tanyakan kepada para juru masak atau kepada siapa saja yang hobi dalam hal masak-memasak, kira-kira bumbu apa sih yang hampir tidak pernah missing untuk mereka gunakan dalam meracik sebuah masakan? Mereka pasti tidak sungkan untuk menyebutkan kedua jenis bawang ini.

Sementara itu, sebagai bahan pengobatan herbal, banyak herbalis yang memanfaatkan bawang putih dan bawang merah sebagai alternatif obat yang diberikan kepada pasien mereka.

Berikut ulasan singkat mengenai bawang putih dan bawang merah.

Deskripsi Singkat

Bawang putih dan bawang merah adalah tanaman dari genus Alium yang memiliki kekhasan pada umbinya, yakni berlapis atau bersiung. Perbedaan antara bawang putih dan bawang terletak pada warna umbinya tersebut. Sesuai namanya, bawang putih memiliki umbi berwarna putih, sedangkan bawang merah memiliki umbi berwarna merah/keunguan.

Manfaat

Baik bawang putih maupun bawang merah kaya akan vitamin serta zat-zat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, penggunaan bawang merah dan bawang putih sebagai bumbu masakan sudah sangat tepat karena bisa dikonsumsi setiap hari.

Bawang putih mengandung protein, lemak, vitamin B1, vitamin C, dan kalsium. Kandungan antioksidan yang tinggi dalam bawang putih membuatnya berkhasiat sebagai antibiotik alami.

Sebagai obat, bawang putih kerap digunakan untuk mengobati beragam penyakit seperti hipertensi, asma, sembelit, penyakit sulit tidur/ insomnia, hingga obat antikanker.

Sementara itu, bawang merah mengandung vitamin C, kalsium, protein, dan zat besi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Berdasarkan hasil penelitian pada 1960-an, diketahui bahwa di dalam bawang merah terkandung sebuah senyawa tolbutamide yang mampu merangsang produksi insulin yang dapat menurunkan kadar gula darah.

Hal inilah yang mendasari pemanfaatan bawang merah sebagai obat diabetes militus. Bawang merah juga dipercaya mampu menurunkan demam pada anak. Fakta ini mungkin yang membuat sampai saat ini masih banyak orang tua yang kerap memborehkan bawang merah pada tubuh anak yang menderita demam.

Bawang VS Mata

Pasti sering dong melihat orang yang beruraian air mata ketika mengupas atau mengiris bawang. Mengapa bisa terjadi? Hal ini karena pada lapisan kulit umbi bawang, terkandung dua macam enzim, yakni enzim allinases dan sulfides.

Ketika umbi bawang diiris, kedua enzim tersebut mengalami persenyawaan dan terurai menjadi asam sulfonat yang akan berubah wujud menjadi gas. Nah, bila gas tersebut bersinggungan dengan mata, akan menyebabkan iritasi pada syaraf retina mata dan sontak siapa pun yang mengiris bawang akan dibuat menangis.

Berikut beberapa tips untuk mengurangi risiko itu.

  • Sebelum mengirisnya, dinginkan bawang dalam kulkas selama kurang lebih 30 menit. Kondisi ini membuat persenyawaan gas berjalan lambat.
  • Potonglah bagian atas bawang terlebih dahulu, kupas lapisan kulit terluarnya, dan jangan memotong bagian akarnya atau biarkan akarnya tetap utuh. Hal ini karena menurut National Onion Associaton, bagian ujung akar dari umbi bawang mengandung senyawa sulfur paling banyak yang menjadi pencetus keluarnya air mata.
  • Usahakan menjaga jarak antara mata dengan bawang sejauh mungkin.
  • Bernafaslah secara perlahan dan lakukan menggunakan mulut. Bernafas melalui hidung cenderung mempercepat naiknya gas dari bawang naik ke mata.

Bagaimana Cara Menyimpan Bawang yang Baik?

  • Untuk menjaga daya tahannya, simpanlah bawang yang belum dikupas di tempat yang sejuk dan kering serta berventilasi (bukan dalam kulkas).
  • Jangan pernah menyimpan bawang dalam kantong plastik tertutup karena akan mengurangi pergerakan udara sehingga membuat bawang mudah busuk.
  • Untuk menghemat waktu dan menghindari keluarnya air mata setiap kali mengirisnya, buatlah tabungan irisan bawang (khususnya bawang merah) dalam jumlah yang cukup banyak. Masukkan irisan bawang tersebut dalam wadah tertutup dan simpan di lemari es. Biasanya, irisan bawang bisa bertahan selama 1 pekan.

Catatan

Artikel di atas merupakan gawean frilenan saya untuk website anneahira.com

3 Responses to “Artikel: Bawang Putih dan Bawang Merah, Primadona di Balik Setiap Masakan”

  1. zoothera 01/11/2010 at 05:17 #

    @ Asop: Nikmattthhhh banget tuhh, jadi kepingin bikin telur orek deh… besok pagi bikin ahhh🙂
    @Adibowo: sama dong, saya dulu jg ga suka sama bawang putih dan bawang bombay, tapi sekarang kalo masak hobi banget pake 2 bawang tsb, tapi kalo bawang merah sampe sekarang harus mateng banget kalo ngga, suka enek ajah..🙂

  2. adibowo 30/10/2010 at 12:35 #

    aku dulu gak suka, tp knp sekarang suka bgt ya sama bawang🙂

  3. Asop 13/10/2010 at 00:14 #

    Oh jelas itu Mbak, saya sendiri, setiap kali bikin telur ucek (scramble egg) atau nasi goreng, pasti selalu make salah satu produk bawang. Tergantung apa yang tersedia di dapur. Kalo gak bawang putih, merah, ya bombay.:mrgreen:
    Terus nanti makannya pake merica… huaaaaa nikmaaat..😳

    *alhamdulillah*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: