Ketika “dapet” berarti……

12 Jul

sumber: googleimage

Haid atau biasa dikenal dengan kata “dapet”  memang trademarknya kaum perempuan yang tiap bulan/siklusnya kerap mengintimi perempuan yang udah baligh, perempuan yang sedang tidak dihamili oleh suaminya, perempuan yang tidak ada masalah dengan hormon kewanitaannya, atau perempuan yang sedang tidak mengonsumsi obat penunda haid karena sedang pergi haji misalnya.

Bagi perempuan “bersuami” tanpa menikah/remaja-remaja nakal yang menganut paham freesex dan tidak berpengaman atau perempuan bersuami, barangkali kata “dapet” menjadi hal yang sama meresahkannya, tetapi tentu dari sudut pandang yang berbeda.

Bedanya, bagi mereka yang saya sebutkan pertama (para penganut freesex) “dapet” menjadi suatu hal yang meresahkan karena sangat dinanti-nantikan kehadirannya, terlebih bila due date-nya sudah melewati siklus  semestinya. Sementara itu, bagi saya atau bagi semua perempuan bersuami yang sudah bertahun-tahun menikah tapi belum berkesempatan dipanggil “ibu”, istilah “dapet” akan menjadi momok yang meresahkan/menakutkan karena sangat tidak diinginkan kehadirannya dan itu berarti saya harus mengucapkan template [suami, aku” dapet” lagi] atau [yang, aku kayanya mau dapet deh] atau [yaahh testpacknya negatif lagi hon] untuk yang ke sekian kalinya kepada suami tercinta.

Well, memang kesannya mellow dan menyedihkan banget sih, tapi biar kata seluruh dunia selalu menanyakan [kapan hamil?] [kok belum hamil-hamil?] [gemukan, lagi hamil ya?] kalau memang Tuhan belum berkehendak mau bagaimana coba?

Iyyyhhh apa sih ini kok tulisan malah jadi melenceng jauh dari niatan awal nulis hari ini. Eniwey, di luar sisi mellow yang diuraikan di atas, maka dari dua sisi (gak nyenengin dan nyenengin) ketika saya “dapet” berarti……

Sisi yang gak nyenengin:

  1. Pastinya saya tidak bisa berasyik-masyuk dengan suami hehehee
  2. Saya akan merasa sangat kangen dengan sajadah, waktunya sholat duha, dan melafalkan ayat-ayat alquran favorit saya
  3. Biasanya saya suka ngerasain yang namanya sakit perut atau mules yang amat sangat
  4. Akan muncul jerawat-jerawat kecil  dan sariawan di mulut yang sangat brengsek mengganggunya
  5. Harus direpotin dengan gonta-ganti atau bersihin pembalut
  6. Menghalangi saya untuk berenang

Sisi yang nyenengin:

  1. Saya bisa bangun siang dan bermalas-malasan karena dihalalin untuk ga sholat
  2. Waktunya cuci mukena
  3. Tidak perlu merasa khawatir meninggalkan waktu sholat magrib kalau kemagriban di jalan
  4. Bisa olahraga yang agak-agak high impact tanpa takut-takut akan melukai calon janin, misalnya joging/sprint atau  sepedahan
  5. Meng-ayokan saja ajakan untuk pergi ke dufan, naik gunung, atau sekadar jalan-jalan jauh
  6. Waktunya nyalon yang membutuhkan treatment lama seperti creambath, smoothing, atau meni/pedi
  7. Bisa bergenit-genit ria menggunakan kutek transparan atau menggunakan eye liner/maskara seharian tanpa perlu khawatir bleber/luntur

Sepertinya hal-hal itu saja menurut pendapat saya apa-apa yang rutin diidap oleh saya kalo lagi “dapet”.  Kalo kamu??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: