HSG

13 Feb

Kemarin saya sengaja ambil cuti 1 hari untuk tes HSG.

Tes HSG adalah salah satu dari beberapa tes yang harus saya lakonin setelah memutuskan utk berikhtiar demi memperoleh momongan. Melalui tes HSG, insya Allah saya bisa tau ada penyumbatan atau tidak di rahim saya.

Sebelumnya, saya udah ngejalanin 2 tes, yakni tes darah dan transV-USG.
Dari hasil tes darah diketahui kalo hormon pencetus ovulasi saya fine-fine aja, tapi dari USG ketahuan kalo posisi rahim gak seperti mayoritas perempuan (60%) yang bentuk standarnya seperti buah pir. Rahim saya agak bengkok ke kiri sedikit (retroflexi).

Menurut dokter, tidak perlu khawatir dengan posisi rahim  seperti itu karena gak akan menghalangi saya utk bisa hamil. Palingan hal ini bisa diakalin dengan merubah posisi berhubungan intim.

Sejak awal bikin janji utk HSG sampe menjelang hari Selasa kemarin, aselii sebenernya saya parno bangeutth. Abisan, dari info yang saya dapet, baik dari cerita orang yang udah ngejalanin maupun hasil baca2 di blog orang, hampir semuanya bilang kalo tes ini tuh menyakitkan, bahkan katanya sakitnya bisa 3 hari. Alih-alih dapet bayangan tentang gimana2nya, saya malahan jadi dihantui rasa takut. Tapi, syukurlah saya punya temen2 yang baek yang mau ngeluangin waktunya utk ngasih doa dan support, sampe2 ada beberapa yang secara langsung japri di YM untuk sharing pengalamannya mengenai HSG atau sekadar tanya2 HSG itu apa. Walhasil rasa takut saya jadi rada berkurang deh…

Alhamdulillah setelah ngerasain sendiri ternyata sakitnya emang cuma sedikit, yaa kaya mules di hari pertama haid ajah gituh dan disuruh nebus obat untuk penghilang rasa sakt semacam ponstan.

Berhubung banyak juga yang nanya mengenai HSG itu apa. Nah, mari saya coba uraikan sedikit di sini dengan bahasa saya sendiri tapinya yaa.

HSG ato istilah medisnya histerosalpingografi gak lain adalah pengamatan medis melalui sistem radiologi yang dilakuin untuk mengetahui apakah di dalam rahim seorang perempuan ada penyumbatan ato ngga. Cara yang dilakuin adalah dengan menyemprotkan cairan kontras ke dalam rahim, kemudian rahim dirontgen.

Bila dari hasil rontgen tidak ada penyumbatan, cairan kontras akan terlihat menyebar dari rahim ke sepanjang saluran tuba. Namun, jika ada penyumbatan, pergerakan cairan kontras akan terhenti pada daerah di mana terjadi sumbatan. Nah, sumbatan inilah yang diyakini sebagai salah satu biang keladi penghalang perjalanan sel telur dari saluran tuba menuju rahim dan juga dipercaya menjadi penghalang pertemuan sperma dengan sel telur sehingga proses pembuahan menjadi gagal total.

Bagi yang dianjurkan untuk melakukan tes ini, biasanya akan diminta datang pada hari ke 8, 9, atau 10 dari siklus haid berlangsung dengan syarat seblumnya tidak berhubungan intim dengan suami. Tujuannya agar diyakini tidak ada sel telur yang memang siap atau telah dibuahi karena emang pemeriksaannya terkait dengan sinar X-Ray.

Berdasarkan print-out rontgen saya kemarin, menurut nyokap mertua hasilnya bagus. Beliaw ngasih unjuk cairan kontras yang menyebar ke beberapa arah di dalam rahim saya. Mudah2an apa yang nyokap bilang setali tiga uang dengan hasil konsultasi saya dengan dokter minggu depan.

Tips dari saya, kalau ada yang memang dianjurin untuk HSG, sebaiknya jangan dipikirin ngerinya, tapi pikirin efek ke depannya sehingga kita bisa nentuin langkah apa yang harus dilakuin selanjutnya. Selain itu, rasa ngeri juga cuma bikin kita jadi parno dan impactnya bikin kita jadi ga relaks trus jadi ngerasain sakit yang berlebihan deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: