Archive | 14:35

Gomballlllhhhhhhhhh

6 Dec

BBMan Gombal

Selang beberapa menit dari BBMan gombal di atas, ada ketokan di pintu  pagar rumah mertua, bunyinya sangat khas ketokan suami.

Hmmm katanya banyak kerjaan n bakalan pulang malam.. tapii senengg donggg berarti bisa makan malam bareng kita.

Saya: “Katanya pulang malam?”

Suami: “Gak jadi”

Saya: “Dasarrrrhh suami gombal” [begitu pintu pagar terbuka langsung saya tembak dia dengan ledekan "gombal-gombal-gomba" *karena inget akan bbm gombalnya*]

Suami: [sambil membuka sepatu] “Kamu ga tau sih bedanya monas sama kamu”

Saya: “Hahh emang apaan tuh maksudnya?” [beneran gak ngerti sama omongan ga jelas suami]

Suami: “Ga tau kan kamu?”

Saya: “Iya, ga tau.. emang apaan siiikk?”

Suami: “Ahh payah nihhh..” [masih sok-sok misterius]

Saya: “Apaan siihh suamii?” [mulai resehh]

Suami: [akhirnya nyerah juga dia] “monas itu kan milik bersama, kalo kamu itu milik aku” [sambil nyengir-nyengir sok imut]

Preeetttthhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

Saya: “Apeeuuuuu dehuuhhh… Ge ogO M be aBa L…dasar Gomballlllhhh”

Dhila13 Photo Challenge: Inspirasi

6 Dec

It;s Then after Now

Menua,

Takutkah Anda akan proses alamiah tersebut?

Semaksimal apapun Anda menghindar, bila berkesempatan mengecap umur panjang maka tak akan ada satupun formula yang mampu membuat Anda luput dari fase ini

Karena, menjadi tua adalah suatu hal yang pasti

Namun, sejauh manakah Anda bersiap diri?

Ya, sebelum kulit benar-benar mengeriput, sebelum rambut benar-benar memutih, sebelum mata mulai merabun, dan sebelum malaikat maut menjemput

Mari mengaca….

Catatan:

Foto di atas di ambil pada tanggal 4 Oktober 2011, saat saya berkesempatan menyambangi Bugis Street, Sing.

Saat itu, tak sengaja saya melihat dua orang kakek sedang leyeh-leyeh di pinggiran pedistrian jalan. Spontan saya meminta suami dan sahabatnya untuk duduk di sebelah tangga persis bersebelahan dengan kedua kakek.

Jepret.. jadilah foto yang menurut saya cukup unik karena 2 kakek yang ada di foto seolah-olah menjadi refleksi dari suami dan sahabatnya, mungkin 15 atau 20 tahun mendatang.

Untuk mengesankan adanya perbedaan dimensi waktu dengan konsep “Now and Then”, saya mencoba memberi sedikit sentuhan filter berupa permainan warna (hitam putih-warna asli)…ahahaha.. seperti itulah.. sekian.

Tulisan ini disertakan pada Bukan Kontes Biasa: TASBIH 1433 H di Blog Dhila13